Economic Globalisation and Trafficking Of Women in the ASEAN Region: A Socio-Legal Study
Rohani Abdul Rahim, and Tan, Swee Leng, and Shereen Khan, (2009) Economic Globalisation and Trafficking Of Women in the ASEAN Region: A Socio-Legal Study. Jurnal Undang-Undang Dan Masyarakat , 13 . pp. 206-226. ISSN 1394-7729 Official URL: http://www.ukm.my/juu/fuujurnal AffiliationsUniversiti Kebangsaan Malaysia. Faculty of Law Regional Center for Arbitration, Kuala Lumpur AbstractIn the ASEAN region, women trafficking is problematic and challenging both for the sending and the receiving countries. The feminisation of migration results in changes in women’s role in the family, society and global economies. The growing poverty due to economic crisis and the structural adjustment programs and policies affect women ability to feed their families, provide facilities for their children education and pay for basic services, which force them to migrate abroad, sometimes through illegal ways. In consequence, women suffer sexual exploitation, debt bondage, abuse and threat in the course of generating income for their families. The economic globalization may also account for women trafficking problems in that it leads to gender and legal issues such as discriminations, exploitation, and domination and gender inequalities. A socio-legal approach undertaken in this study draws data from the root causes, and underlines an understanding of the lack of education and poverty, the pull and push factors, the government roles, making of effective laws, and their implementation and enforcement in order to eliminate gender inequality and discrimination. These may be regarded as human rights and the core of the efforts towards addressing the problems of women migrant workers.
Di wi/ayah ASEAN, dagangan wanita merupakan suatu masalah dan cabaran bagi negara penghantar dan negara penerima. Feminisasi migrasi menyebabkan perubahall dalam peranan yang dimainkan wanita dalam keluarga, masyarakat dan ekonomi global. Peningkatan dafam kadar kemiskinan yang disebabkan krisis ekonomi dan perubahan program serta polisi oleh kerajaan memberi kesan kepada keupayaan wanita untuk menjana pendapatan keluarga, menyediakan fasiliti bagi pembelajaran anak-anak mereka dan membayar bagi khidmat asas sehingga memaksa mereka untuk berhijrah ke seberang laut walaupun kadangkala dengan cara yang salah. Akibatnya, wanita menderita kerana ekspfoitasi seksual, ikatan hutang, penganiayaan dan ancaman semasa mencari pendapatan untuk keluarga mereka. Globalisasi ekonomi juga turut menyumbang ke arah menzahirkan penglibatan wanita dalam masalah dagangan yang membawa kepada isu-isu gender dan perundangan seperti diskriminasi, eksploitasi, dominasi dan ketidaksamarataan gender. Pendekatan analisis sasia-perundangan yang digunakan menghasilkan data daripada sumber asal untuk memahami kaitan kurangnya pendidikan dan kemiskinan, jaktar penalak dan penarik, peranan kerajaan, pengubalan perundangan yang berkesan, dan perlaksanaan serta penguatkuasaan bagi menghapuskan ketidaksamarataan gender dan diskriminasi. Ini merupakan hak asasi manusia dan merupakan asas kepada usaha untuk menangani masalah pekerja migran wanita. | Item Type: | Journal |
|---|
| Keywords: | women trafficking; feminisation of migration; legislations and economic dependence; family; society. |
|---|
| Subjects: | K Law |
|---|
| ID Code: | 11709 |
|---|
Repository Staff Only: item control page
|