Peranan dan Kedudukan Perempuan Melayu dalam Masyarakat Matrilineal Minangkabau di Sumatera Barat
Hermayulis, (2008) Peranan dan Kedudukan Perempuan Melayu dalam Masyarakat Matrilineal Minangkabau di Sumatera Barat. Sari (ATMA), 26 . pp. 79-90. ISSN 0127-2721 AffiliationsUniversitas YARSI, Indonesia. Fakultas Hukum AbstractThe position of bundo kanduang in Minangkabau customary law is not only that as determinant of descendants, but also manager of rumah gadang and owner of inherited property, thus playing a preeminent role in family economy.In this context, she is expected to possess many characteristics. Among them are that she must be right, honest, intelligent, besides wise and full of endurance.
Kedudukan bundo kanduang dalam undang-undang Minangkabau bukan sahaja sebagai penentu zuriat, tetapi juga penguasa rumah gadang dan pemilik harta pusaka, maka ia juga berperanan yang tertonjol sebagai penyimpan hasil usaha
ekonomi keluarga. Sehubungan itu, banyak perwatakan diharapkan daripadanya. Antaranya ia harus bersifat yang benar, jujur dan cerdik, selain arif lagi penyabar. Repository Staff Only: item control page
|