Geguritan Nabi Muhammad: Cermin Akulturasi Budaya Hindu-Islam di Bali
Kusuma, I Nyoman Weda, (2007) Geguritan Nabi Muhammad: Cermin Akulturasi Budaya Hindu-Islam di Bali. Sari (ATMA), 25 . pp. 119-127. ISSN 0127-2721 Official URL: http://pkukmweb.ukm.my/~penerbit/sari/SARI25-2007/sari25-2007[09].pdf AffiliationsUniversitas Udayana Denpasar Bali, Fakulti Sastera AbstractHindu Balinese and Muslims settlers who came to Bali several centuries ago interacted strongly with each other, culturally and socially, and the influence each exerted on the other can be seen in the fact that many Balinese manuscripts contain Islamic nuances. Among these are Geguritan Nabi Muhammad, which is about the worshipping of Allah and Sang Hyang Widhi (the supreme god for Hindu), found in the beginning of the poem GNM. The existence of temples (Pura- Pura the holly place for Hindu) in Bali to worship important Islamic figures also testifies to this hybridity.
Interaksi antara penduduk Pulau Bali yang beragama Hindu dengan orang yang memeluk agama Islam yang datang ke Bali beberapa abad yang lalu sangat memungkinkan mereka saling mempengaruhi, baik dari segi sosial mahupun budaya. Hal itu dapat dibuktikan dengan ditemui manuskrip lama Bali yang bernuansa Islam. Antaranya ialah Geguritan Nabi Muhammad
tentang pemujaan kepada Allah dan Sang Hyang Widhi (sebutan Tuhan bagi umat Hindu) dalam Manggala (pembukaan) GNM serta ditemui Pura-Pura (tempat pemujaan umat Hindu) di Bali yang khusus untuk memuja tokoh Islam. Repository Staff Only: item control page
|